Pages

Rabu, 02 November 2011

SEJARAH TARIAN KABUKI


  Kabuki muncul pada awal tahun 1600an. Seni teater Kabuki diciptakan oleh seorang wanita dari kuil bernama Okuni dan dipertunjukkan di atas sungai yang kering di ibukota Kyoto jaman dahulu. Pada saat itu, Kabuki merupakan terobosan yang menarik minat masyarakat Kyoto yang akhirnya mengakibatkan timbulnya semakin banyak perkumpulan Kabuki lain. Kabuki di jaman itu berbeda dengan Kabuki yang dapat kita lihat masa kini, perbedaannya adalah dulu Kabuki isinya kebanyakan adalah grup penari perempuan. Para penari perempuan ini kebanyakan bekerja sebagai pelacur di luar panggung. Melihat kenyataan bahwa pelacuran berakibat buruk kepada nilai moral di masyarakat waktu itu, akhirnya pemerintahan Kyoto memutuskan untuk melarang wanita untuk naik ke atas panggung. Namun ternyata pelarangan itu memiliki efek yang positif bagi perkembangan Kabuki, karena penekanan Kabuki menjadi lebih kepada skill dan bukan kecantikan fisik belaka dan menampilkan lebih banyak drama daripada tarian. Hal ini meletakkan Kabuki ke jalur seni drama. Perkembangan selanjutnya adalah munculnya profesi baru yaitu yang disebut dengan onnagata, atau aktor pria yang memerankan wanita.
Abad 17 ( periode genroku)
Saat memasuki abad ke 17, Kabuki telah menjadi bentuk baku hiburan teatrikal bagi masyarakat umum dan hal ini memicu perkembangan pesat Kabuki. Pada masa ini juga hubungan Kabuki dengan pertunjukkan boneka Bunraku menjadi erat dalam arti saling mempengaruhi perkembangan masing-masing.
Abad 18
Pada awal abad 18, penulisan drama bunraku maju secara pesat, membuat Kabuki seakan tidak lagi aksis pada masa itu. para aktor Kabuki bereaksi dengan mengadaptasi pertunjukkan bunraku ke dalam pertunjukkan mereka. Pada abad ini pula, pusat kebudayaan dari Kyoto dan Osaka pindah ke Edo, di mana karakter wanita Edo lebih kuat dibandingkan dengan Kyoto. Hal ini mengakibatkan peran onnagata yang pada awalnya adalah peranan yang lemah lembut menjadi kuat dan tegar.
Pengaruh barat terhadap Kabuki
Pada tahun 1868, Jepang membuka diri terhadap masuknya dunia barat. Hal ini berpengaruh sangat besar terhadap perkembangan Kabuki. Salah satunya adalah banyak peraturan pemerintah yang menekan Kabuki dihapus. Namun selain hal ini, Kabuki juga harus beradaptasi dengan dunia yang telah berubah. Pada masa itu, simbol kesuksesan aktor Kabuki adalah untuk dapat melakukan pertunjukkan di depan kaisar Meiji.
Kabuki di dunia modern
Kabuki sulit berkembang pada masa perang dunia II karena harus banyak kehilangan aktornya dalam perang. Selain itu, seni Kabuki berhadapan dengan rival terbesarnya dalam dunia hiburan, yaitu film dan televisi. Namun hingga kini, Kabuki tetap menjadi salah satu bentuk seni teater yang masih dapat kita nikmati hingga saat ini.

0 komentar:

Poskan Komentar